Ad Code

 


BPMA Dan PT. PGE Ajak Juarnalis Untuk Ikut Menyukseskan Kemajuan Industri Hulu Migas Di Aceh

Aceh Tengah - BPMA bersama dengan PT Pema Global Energi (PGE) menggelar Media Gathering Untuk beberapa perwakilan wartawan Aceh Timur, Aceh Utara, Loksumawe, serta Banda Aceh yang berlangsung di Aula Hotel Parkside Takengon, Selasa 23/08/2022.

Agus Salim, selaku Eksternal Relation Koordinator mewakili management PT PGE dalam sambutannya mengatakan, kegiatan yang diprakarsai oleh PGE ini untuk meningkatkan pemahaman terhadap jurnalis yang bernaung di Aceh umumnya, tentang kegiatan Industri Hulu Migas.

"Kami percaya melalui kegiatan ini, baik informasi yang disampaikan awak media kepada masyarakat benar-benar akurat sebagai sumber informasi dan tolok ukur kemajuan industri hulu migas di Aceh," kata Agus Salim.

PGE anak perusahaan dari PT Pembangunan Aceh saat ini, kata Agus mengelola blok B setelah 44 tahun dikelola oleh Exxon Mobil, sehingga cadangan migas sudah sangat menipis.

Selama ini, PGE sudah beroperasi dan menyuplai migas untuk industri PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Lhokseumawe.

"Kami (PGE) anak perusahaan dari PT Pema Aceh, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik untuk pembangunan Aceh, dan dampak sosial bagi masyarakat," ungkap Agus.

Karena cadangan Migas blok B sudah menipis, jelas Agus, karena itu maka dalam waktu dekat ini PGE akan melakukan seismik atau mencari sumber cadangan migas baru.

"Seismik ini penting, dan merupakan nyawa kita bersama selama 20 tahun ke depan. Karena itu kami, sangat membutuhkan dukungan rekan-rekan jurnalis untuk menyukseskan pencarian cadangan baru di Aceh," ungkap Agus.

PGE juga, kata Agus, berkomitmen untuk menyumbang pendapatan negara dan menyokong ketahanan energi, serta berkomitmen menciptakan wilayah operasi yang kondusif, dan berdampak positif kepada masyarakat luas.

Sejauh ini, ungkap Agus, PT PGE juga sudah menyumbangkan pendapatan untuk pemerintah Aceh, dan menyalurkan sejumlah CSR lainnya.

Sementara itu, Achyar, Staf Humas BPMA, mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan media gathering yang diikuti 80 wartawan dari Aceh, yang merupakan mitra BPMA, 
Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan PT PGE, dalam rangka mendukung kemajuan industri hulu migas di Aceh.

"Kepala BPMA memberikan penghargaan sebesar-besarnya atas kegiatan ini, untuk membangun membangun harmonisasi antara insan pers antara BPMA, KKKS, dan PT PGE," ungkap Achyar.

Kehadiran PT PGE mengelola blok B, ungkap Achyar, merupakan sebuah prestasi terbesar.

"Karena itu butuh dukungan pengawasan dari rekan-rekan jurnalis untuk menjalankan peran kontrol sosial. Agar, kegiatan eksplorasi dan ekploitasi migas di Aceh berjalan lancar, dan memberikan manfaat serta dampak luas bagi masyarakat Aceh," jelas Achyar.

Diketahui bersama, jelas Achyar, bahwa potensi migas Aceh belum bermanfaat maksimal untuk kepentingan masyarakat Aceh.

"Karena itu, ke depan kita harus lebih maju, agar kegiatan eksploitasi migas di Aceh bisa memberikan dampak luas untuk masyarakat Aceh," harap Achyar.

Achyar menyebutkan, untuk meningkatkan produksi Migas, maka KKKS termasuk PGE harus melakukan seismik untuk mencari cadangan migas baru, karena sebelumnya potensi migas yang ada di Aceh sudah dieksploitasi selama 45 tahun.

Karena, ungkap Achyar, pihaknya percaya peran jurnalis sangat penting untuk menyampaikan informasi yang benar dan akurat kepada masyarakat luas, agar kegiatan seismik ini berjalan lancar dan produksi meningkat.

"Kami sudah sampaikan kepada KKKS, agar menyelesaikan dengan baik baik itu aspek teknis maupun non teknis agar proses seismik berjalan lancar. Kalau, sumber cadangan baru berhasil didapat dalam wilayah kerja Blok B, maka ini akan menjadi sumber energi baru bagi Aceh, seiring Aceh kini bukan lagi salah satu daerah produsen migas secara nasional," jelas Achyar.

Kehadiran PGE saat ini, ungkap Achyar, sudah berusaha menyumbangkan pemasukan bagi daerah, serta memberikan dampak bagi masyarakat melalui kegiatan CSR.

"Memang masih banyak kekurangan, tapi bagaimana melalui kerjasama, kekurangan bisa berdampak positif semakin luas," ungkap Achyar.

Terakhir, ungkap Achyar, untuk menemukan sumbe cadangan migas baru di Aceh, saat ini pihaknya (BPMA) sudah mengundang investor untuk melakukan menemukan cadangan migas baru melalui seismik.(tim)